Selasa, 30 Juli 2013

Jodohmu Tak Akan Tertukar


Assalamualaikum..

Mumpung di sekolah gak ada kerjaan, saya mau nulis-nulis sedikit. Di sekolah lagi ada pesantren kilat. Saat aku parkir motor, ketemu wali kelas 4, dia bilang “Nanti yang ngisi saya saja”. Well, bukan rejekiku untuk mengajar.  Yang penting tetap khuznudzon aja.

Semoga bermanfaat (terutama untuk diri saya)....

Sekali lagi, jodoh itu layaknya rezeki dan kematian. Telah tertulis dan tetap akan menjadi misteri yang akan selalu menjadi kuasa Alloh SWT. Dalam kesadaran tinggi dan batas kebeningan jiwa, tentu kita selaku manusia hanya mampu menyadari betapa kita tidak cukup kuasa untuk menjangkau itu semua. Kecuali, sekadar melakukan suatu optimalisasi serangkaian ikhtiar. Dan berikut ini ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjemput jodoh.





Pertama, memperbaiki diri.
Jika ingin mendapatkan jodoh yang sholih/sholihah, maka kita harus menjadi dan selalu berusaha menjadi orang yang sholih/sholihah juga. Sebagaimana firman Alloh “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk laki-laki yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)...(QS An Nuur : 26). Perbaikan di sini berarti secara lahiriyah dan batiniah. Ada sebagian orang mendambakan jodoh sholih/sholihah tetapi dia sendiri tidak atau kurang sholih/sholihah.

Kedua, tidak berputus asa dalam berdoa.
Doa yang baik utntu mendapatkan jodoh adalah seperti yang terdapat dalam surah Al Furqon ayat 74 : “Ya Robb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”.  Dan berdoalah menurut apa yang diajarkan Alloh SWT dan RosulNya kepada kita, insya Alloh  doa kita akan lebih terkabul.

Ketiga, meningkatkan kualitas ibadah wajib dan memperbanyak sunnah.
Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita wajib ‘mendekati’ Alloh SWT lebih ekstra. Caranya dengan meningkatkan kualitas ibadah wajib dan menambah ibadah-ibadah sunnah. Seperti sholat tahajjud dan dhuha, shaum, membaca quran, infak, dan lain-lain.

Keempat, memiliki kriteria yang tidak muluk.
Boleh jadi jodoh tidak kunjung datang lantaran kriteria yang ditetapkan terlalu muluk. Selalu menjadikan keunggulan fisik dan materi sebagai standar tertinggi. Namun justru itu akan mempersulit diri sendiri. Itulah Rosululloh Saw menganjurkan untuk memilih kualitas agama sebagai standar utama dalam mencari jodoh. Tentu hal ini memungkinkan jodoh kita orang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi memiliki agama dan akhlak yang baik.
Seperti kisah Juwaibar. Meski secara fisik kurang mendukung, namun dia salah satu sahabat yang dicintai Rosululloh Saw karena ketaqwaannya kepada Alloh SWT. Terbukti, Juwaibar telah menikah dengan Zulfa, putri dari Ziyad bin Labid yang sholihah, cantik jelita, dari keluarga kaya. Kehidupan keduanya pun diliputi kebahagiaan.

Kelima, memperluas pergaulan.
Ini merupakan bagian dari upaya horizontal untuk mendapatkan jodoh. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Membuka diri selama masih terkungkung oleh pribadi yang tertutup. Ingat, tak jarang jodoh itu datang dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita.

Keenam, meminta tolong orang lain atau menyatakan hasrat secara langsung.
Meminta tolong kepada orang yang reputasinya baik. Atau biasa disebut guru ngaji, teman, orang tua, saudara, atau yang lain. Atau jika memiliki keberanian, bisa dilakukan sendiri. Hal ini juga berlaku bagi wanita/akhowat. Sekalipun cara ini masih terbilang asing dalam budaya Indonesia, namun cara ini sebenarnya islami. Karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad Saw. Pada masa itu, Khadijah ra menyatakan hasratnya terlebih dahulu melalui perantaranya kepada Nabi.

Jadi untuk meraih keberkahan dalam ikhtiar menjemput jodoh, kita harus yakin pada Alloh SWT, bahwa jodoh kita telah tertulis sebagaimana rezeki dan kematian kita dan pasti tak akan pernah tertukar atau diambil orang lain. Tak perlu khawatir, ia pasti menemukan jalan untuk menjumpai kita. Ia tak akan datang terlalu cepat hingga kita harus terburu-buru, tapi juga tak terlalu lama sehingga kita harus menunggu.
Waallohu’alam

Sumber : Majalah Hadila edisi 63

Tidak ada komentar:

Posting Komentar