Cl2 (g) merupakan suatu molekul unsur yang berasal dari golongan Halogen (VIA). Pada tekanan atmosfer dan suhu kamar, unsur klorin berbentuk gas dengan warna hijau kekuningan dan memiliki bau khas seperti pemutih. Massa jenis gas klorin lebih besar dari pada oksigen jadi jika dia terlepas di atmosfer, gas klorin akan berada di dekat tanah.
Gas klorin bersifat racun karena amat reaktif dengan air yang terdapat di selaput lendir paru-paru dan mata. Reaksi yang terjadi akan menghasilkan asam klorida dan asam hipoklorit yang memicu iritasi pada mata dan paru-paru serta memicu korosi pada jaringan.
Saat terpapar gas klorin, seseorang harus segera mencari pertolongan medis. Belum ada penawar bagi gas ini sehingga pengobatan segera menjadi kuncinya. Klorin mengiritasi sistem pernapasan dan mata. Bentuk gasnya mengiritasi lapisan lendir dan bentuk cairnya bisa membakar kulit. Paparan kronis dapat menyebabkan emfisema dan bronkitis. Selain itu, dekomposisi klorin dioksida dapat melepaskan gas klorin. Baunya dapat dideteksi pada konsentrasi sekecil 3.5 ppm dan pada konsentrasi 1000 ppm berakibat fatal setelah terhisap dalam-dalam.
Selain dari industri, seseorang bisa terpapar gas klorin di rumah saat mencampur pemutih dengan bahan pembersih lainnya yang mengandung asam atau amonia.
Selain dari industri, seseorang bisa terpapar gas klorin di rumah saat mencampur pemutih dengan bahan pembersih lainnya yang mengandung asam atau amonia.
Penggunaan gas klorin sebagai senjata perang dilakukan di Perancis pada tahun 1915 oleh Angkatan Darat Jerman.
Lemahnya ikatan antara dua atom membuat molekul klorin sangat reaktif. Klorin merupakan oksidator kuat dan memicu oksidasi dengan menerima elektron dari senyawa lain.Kondisi ini menyebabkan reaksi pembakaran dengan senyawa organik lain, seperti amonia, terpentin, dan gas alam.
Sifat reaktif ini membuat gas klorin digunakan dalam berbagai industri kimia, antara lain sebagai perantara dalam sintesis berbagai bahan kimia, termasuk polyvinylchloride (PVC), pestisida, produk pembersih rumah tangga, serta pemutih kertas dan tekstil. Senyawa klorin biasanya digunakan untuk disinfeksi air minum, kolam renang, dan di pabrik pengolahan limbah. Senyawa klorin lain yang sering digunakan dalam bentuk cair dan gas adalah klorin dioksida, ClO2. Gas klorin dioksida digunakan sebagai disinfektan untuk laboratorium dan peralatan pabrik serta kamar bersih.
Lemahnya ikatan antara dua atom membuat molekul klorin sangat reaktif. Klorin merupakan oksidator kuat dan memicu oksidasi dengan menerima elektron dari senyawa lain.Kondisi ini menyebabkan reaksi pembakaran dengan senyawa organik lain, seperti amonia, terpentin, dan gas alam.
Sifat reaktif ini membuat gas klorin digunakan dalam berbagai industri kimia, antara lain sebagai perantara dalam sintesis berbagai bahan kimia, termasuk polyvinylchloride (PVC), pestisida, produk pembersih rumah tangga, serta pemutih kertas dan tekstil. Senyawa klorin biasanya digunakan untuk disinfeksi air minum, kolam renang, dan di pabrik pengolahan limbah. Senyawa klorin lain yang sering digunakan dalam bentuk cair dan gas adalah klorin dioksida, ClO2. Gas klorin dioksida digunakan sebagai disinfektan untuk laboratorium dan peralatan pabrik serta kamar bersih.
Seperti yang dimaksud di atas klorin "sangat berbahaya bagi kesehatan manusia". Ketika dalam bentuk gas maupun cai, Klorin mampu mengakibatkan luka yang permanen, terutama kematian. Pada umumnya luka permanen terjadi disebabkan oleh asap gas klorin. Klorin sangat potensial untuk terjadinya penyakit di kerongkongan, hidung, dan traktrespiratory (saluran kerongkongan didekat paru-paru).
Akibat-akibat akut untuk jangka pendek :
1. Pengaruh 250 ppm selama 30 menit kemungkinan besar berakibat fatal bagi orang dewasa.
2. Terjadi irritasi tinggi waktu gas itu dihirup dan dapat menyebabkan kulit dan mata terbakar.
3. Jika berpadu dengan udara lembab, asam hydroklorik dan hypoklorus "dapat mengakibatkan peradangan jaringan tubuh yang terkena. Pengaruh 14 s/d 21 ppm selama 30 s/d 60 menit menyababkan penyakit pada paru- paru seperti pnumonitis, sesak nafas, emphisema dan bronkitis." (Waldbott, 1978)
1. Pengaruh 250 ppm selama 30 menit kemungkinan besar berakibat fatal bagi orang dewasa.
2. Terjadi irritasi tinggi waktu gas itu dihirup dan dapat menyebabkan kulit dan mata terbakar.
3. Jika berpadu dengan udara lembab, asam hydroklorik dan hypoklorus "dapat mengakibatkan peradangan jaringan tubuh yang terkena. Pengaruh 14 s/d 21 ppm selama 30 s/d 60 menit menyababkan penyakit pada paru- paru seperti pnumonitis, sesak nafas, emphisema dan bronkitis." (Waldbott, 1978)
Akibat-akibat yang kronis/sublethal untuk jangka panjang : Untuk jangka panjang dari pengaruh gas klorine, ada kemungkinan "menjadi tua sebelum waktunya, menimbulkan masalah dengan cabang tenggorok, pengkaratan pada gigi dan besar kecenderungan munculnya penyakit paru-paru seperti tbc dan emphisema." (Chlorine Institute, 1980).
Indikasi gangguan bila terkena gas klorin :
1. 0,2 ppm: hidung terasa gatal
2. 1,0 ppm: krongkongan gatal atau rasa kering, batuk, susah nafas
3. 1,3 ppm (untuk 30 menit): sesak nafas berat dan kepala sangat pening
4. 5 ppm : peradangan hidung, pengkaratan gigi dan sesak nafas.
5. 10,0 ppm: trakt respiratori menjadi sangat diganggu
6. 15-20 ppm: batuk lebih keras, terasa tercekik, sesak di dada
7. 30 ppm: berbahaya untuk kehidupan selanjutnya atau untuk sehat seperti batuk hebat, tercekik, sesak nafas dan muntah-muntah
8. 250 ppm: kemungkinan besar fatal (orang mati), 1000 ppm: pasti mati
Sumber : Departemen Kehutanan dan Badan Koordinasi Penaman Modal (data olahan : Data Consult)
Indikasi gangguan bila terkena gas klorin :
1. 0,2 ppm: hidung terasa gatal
2. 1,0 ppm: krongkongan gatal atau rasa kering, batuk, susah nafas
3. 1,3 ppm (untuk 30 menit): sesak nafas berat dan kepala sangat pening
4. 5 ppm : peradangan hidung, pengkaratan gigi dan sesak nafas.
5. 10,0 ppm: trakt respiratori menjadi sangat diganggu
6. 15-20 ppm: batuk lebih keras, terasa tercekik, sesak di dada
7. 30 ppm: berbahaya untuk kehidupan selanjutnya atau untuk sehat seperti batuk hebat, tercekik, sesak nafas dan muntah-muntah
8. 250 ppm: kemungkinan besar fatal (orang mati), 1000 ppm: pasti mati
Sumber : Departemen Kehutanan dan Badan Koordinasi Penaman Modal (data olahan : Data Consult)
Dan gas Klorin inilah yang dilepaskan tentara Bashir al assad laknatulloh untuk membunuh saudara sesama muslim kita di Syam.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar